Tuesday, May 14, 2013

Pengelompokkan Unsur-Unsur Berdasarkan Hukum Mendeleev

Hai guys, ketemu lagi sama gue..
Akhir-akhir ini entah kenapa, gue lagi semangat banget buat bikin postingan, mungkin ada sesuatu hal yang bikin gue termotivasi, tapi apaan yak? :|
Hmmm, entahlah, gue sendiri bingung, kayanya ada kepuasan tersendiri aja gitu kalau postingan yang sudah gue bikin dibaca orang-orang.. :D

Oya, ngomong-ngomong, karena gue lagi gak punya ide buat posting apaan. So, kayanya postingan kali ini gue bakal nerusin tentang bahasan mengenai Sejarah Pengelompokkan Sistem Periodik Unsur. Kalo gak salah terakhir kita baru sampai pada pembahasan pengelompokkan berdasarkan Hukum Oktaf Newlands, ya kan?
Maka dari itu, pada postingan kali ini kita bakal nerusin pembahasan lanjutannya, yaitu "Pengelompokkan Unsur-Unsur Berdasarkan Hukum Mendeleev", Silakan membaca....!!

Seperti yang kita ketahui, Sistem Oktaf Newlands itu jauh lebih baik dan bersifat lebih umum daripada sistem Triade Dobereiner. Namun, karena juga dirasa kurang cukup dapat menjelaskan, ada dua ahli kimia lain yang berusaha mengemukakan hukum pengelompokkan unsur-unsur baru yang dikenal dengan Sistem Periodik Mendeleev. Hukum ini dapat dikatakan sebagai penyempurnaan dari hukum Oktaf Newlands. Berikut ini penjelasan tentang hukum tersebut.

Pada tahun 1869, ahli kimia Rusia Dmitri Mendeleev (Dmitri Ivanovich Mendeleev, 1834-1907) dan ahli kimia Jerman Lothar Meyer (Julius Lothar Meyer, 1830-1895) secara terpisah mengusulkan pengelompokkan unsur-unsur yang lebih luas. Pernyataan kedua ahli kimia itu adalah sebagai berikut.

Ketika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, sifat-sifatnya akan terulang secara periodik

Hukum ini dikenal juga sebagai Hukum Periodik. Sistem pengelompokkan Mendeleev jauh lebih maju dibandingkan sistem pengelompokkan Newlands berdasarkan dua alasan. Pertama, pengelompokkan yang dilakukan Mendeleev memiliki massa atom dan sifat-sifat yang lebih akurat. Kedua, pengelompokkan Mendeleev memungkinkan untuk memprediksi sifat-sifat beberapa unsur yang belum ditemukan hingga saat itu.
Berikut Tabel Sistem Periodik Mendeleev



Untuk melihat tabel lebih jelas, silakan kesini

Seperti tampak dalam Tabel diatas, Sistem Periodik Mendeleev tersusun atas delapan golongan dan dua belas periode. Dala tabel tampak rumus R2O, RO, dan seterusnya yang merupakan lambang oksida unsurnya. R adalah lambang unsur pada golongan itu, sedangkan O adalah oksigen. Misalnya R2O berarti unsur-unsur pada golongan I dapat membentuk H2O, Li2O, Na2O, dan seterusnya. Sementara itu, RO berarti  pada golongan II dapat membentuk unsur BeO, MgO, CaO, dan seterusnya. Rumus RH4, RH3 melambangkan hidrida yang dapat dibentuk dari unsur-unsur dalam golongan itu, misalnya RH4, unsur pada golongan IV, dapat membentuk CH4, SiH4, NH4, dan seterusnya.

Mendeleev juga menyediakan kotak kosong dalam sistem periodiknya untuk unsur-unsur yng hingga saat itu belum ditemukan. Unsur-unsur ini bernomor massa 44, 68, 72, dan 100. Mendeleev juga telah memprediksi sifat-sifat unsur dan ternyata prediksinya sangat dekat dengan sifat-sifat unsur setelah ditemukan. Misalnya untuk eka-aluminium dan eka-silikon yang kemudian diketahui sebagai germanium dan galium, seperti tertera dalam tabel dibawah ini.


Tabel Sifat Unsur Eka-Aluminium dan Eka-Silikon



Untuk melihat tabel lebih jelas, silakan kesini

Hmmm, selesai,..
kayanya segitu dulu yang bisa gue bagi kali ini..
Salah khilaf mohon maaf..
Kalau kalian mau download postingan ini dalam bentuk pdf, silakan klik disini..
Wassalam...

1 comments:

fakultashukum uii said...

good articles ;)

Post a Comment

Silahkan berikan komentar apapun asalkan terbebas dari SARA, junk, dan SPAM. .

 
Share